Rabu, 22 Februari 2012

tips gigi sehat :D

Diposting oleh rethalia afrilisa di 18.49 0 komentar
Hampir setiap orang ingin memiliki gigi putih, namun sebagian besar tidak mau menghabiskan uang untuk memutihkannya.Untungnya saat ini memutihkan gigi dapat dilakukan di rumah. Selain mudah, cara ini juga murah.
1.Stroberi
Salah satu cara untuk memutihkan gigi secara alami adalah dengan menggunakan stroberi.
Buah stroberi mengandung asam yang mampu menghilangkan noda pada gigi.
Anda dapat memilih apakah akan menghancurkan stroberi dan menggunakannya seperti pasta gigi, atau bisa pula dengan mengirisnya dan menggosoknya pada gigi Anda. Setelah selesai, pastikan untuk berkumur secara menyeluruh.
2. Soda Kue (Baking Soda)
Cara lainnya adalah dengan menggunakan soda kue. Cara ini merupakan metode termurah untuk memutihkan gigi.

Soda kue adalah bahan yang umum ditemukan dalam produk pemutih komersial.
Cukup tambahkan air, dan gunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi Anda dengan soda kue.
Setelah selesai, berkumur hingga bersih.
Dua metode tadi adalah cara umum yang banyak digunakan untuk memutihkan gigi, karena bisa dilakukan tanpa harus membeli pemutih apapun.
3. Garam
Bahkan ada juga yang menggunakan garam meja untuk memutihkan gigi, meskipun hal ini tidak disarankan.
Anda dapat menggunakan garam dengan air untuk menyikat gigi. Selanjutnya, tambahkan garam ke pasta gigi dan sikat lagi gigi Anda.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan salah satu metode yang disebutkan di atas, penting untuk menyadari bahwa menggunakan metode ini secara berlebihan, dapat berpotensi merusak gigi.[]

Selasa, 21 Februari 2012

Masker Wajah Berdasarkan Jenis Kulit

Diposting oleh rethalia afrilisa di 22.03 0 komentar


Masker bertujuan untuk membersihkan kulit, menutrsi kulit, menghaluskan, melembabkan dan membuat relax kulit.

Selain itu dapat membantu membuat kulit wajah tampak lebih kinclong. Selain mengurangi tampak pori-pori besar juga mengurangi timbunan minyak. Masker wajah harus di pilih sesuai dan cocok untuk jenis kulit wajah anda.



Kulit Kering


Untuk kulit pilih masker yang memiliki formula dengan kemampuan menahan kelembaban air pada kulit misalnya hyaluronic acid dan glycerin, kandungan minyak zaitun dan vitamin E juga dapat membantu menjaga kelembaban pada kulit. Umumnya masker yang di formulasikan untuk kulit kering tidak memiliki sifat mengiritasi kulit. Pemakaiannya 2 minggu sekali.

Kulit Dengan Garis-Garis Halus

Untuk kulit wajah dengan garis-garis halus di perlukan formula yang mengandung retinol, glycolic acid atau peptide, zat-zat tersebut dapat membuat kulit lebih kenyal dan membuatnya lebih mulus. Untuk pemakaian Pemakaiannya 2 minggu sekali.

Kulit Berjerawat


Kulit berjerawat adalah kulit yng meradang atau teriritasi, maka di perlukan masker wajah yang tidak memiliki efek inflamasi seperti salicylic acid ( yang membantu mengelupas kulit dan membersihkan pori-pori ), di perlukan formula dengan kandungan benzoyl peroxide, sulfur untuk membantu membunuh bakteri, fokuskan penggunaan di daerah wajah yang cenderung berjerawat seperti daerah T, hindari daerah sekitar mata dan mulut. Gunakan setidaknya 2 minggu sekali.

Kulit Sensitive

Kulit wajah yang putih seringkali memiliki sensitivitas yang lebih tinggi sehingga cenderung memerah, pilihlah masker wajah yang mengandung aloe vera, chamomile, mentimun, apel, dan teh hjau yang bisa mengurangi kemerahan dan peradangan sementara. Sulfur, licorice, dan xanthine bisa membantu menghilangkan penampakan garis-garis kapiler darah di wajah. untuk menghapus maskernya cukup usap dengan jari saja jangan menggunakan kain atau handuk agar tidak membuat kulit teriritasi.

Selasa, 14 Februari 2012

Teknik akrobat pemandu sorak

Diposting oleh rethalia afrilisa di 18.04 0 komentar

Tim pemandu sorak sewaktu melakukan akrobat (stunt) mengenal istilah-istilah teknis yang secara resmi digunakan oleh semua induk organisasi pemandu sorak di seluruh dunia. Istilah-istilah yang digunakan umumnya sudah diseragamkan sehingga dimengerti oleh pelatih dan pemandu sorak di seluruh dunia. Akrobat yang dilakukan pemandu sorak melibatkan base (anggota tim yang berada di bawah) yang dijadikan fondasi bagi flyer (anggota tim yang diangkat/ditopang oleh base).

Base

Base adalah orang yang bertanggungjawab atas berat badan flyer, serta bertugas sebagai fondasi bagi flyer dalam melakukan stunt. Pada dasarnya, ada dua macam base, yakni base belakang (back base) dan base samping (side base). Dalam beberapa stunt, kadang ada pula yang berperan sebagai spotter, yang tugasnya untuk membantu flyer dalam membangun stunt, tanpa menjadi fondasi seperti halnya base.

Flyer

Batasan berat ataupun tinggi untuk menjadi seorang flyer adalah sangat relatif, tergantung dari tingkat kemampuan dan kekuatan yang dimiliki flyer maupun base. Pada dasarnya memang anggota yang lebih kecil dan ringan lebih mungkin untuk berada di atas dan dilempar, namun sebenarnya bukanlah itu yang diperlukan untuk menjadi seorang flyer. Kemampuan untuk menahan/menanggung berat badannya sendiri adalah faktor utama dalam menjadi seorang flyer. Pada umumnya, flyer adalah lebih kecil dari base, namun ini juga tidak selalu benar, karena faktor lain yang penting untuk menjadi seorang flyer adalah mempunyai keseimbangan yang baik, teknik yang benar, serta tidak takut akan ketinggian. Flyer yang baik adalah anggota yang dapat menguasai rasa takut akan ketinggian. Dan harus merasa nyaman dengan keadaan dimana anggota lain akan mengangkat anggota sampai 3-4 tingkat, atau melemparnya ke udara. Jika telah mengatasi hal tersebut, hal berikut yang perlu dimiliki adalah memiliki keseimbangan yang baik.

Daftar istilah

Scorpion (kalajengking)
Shoulder sit

Ini adalah salah satu stunt dasar dalam pemandu sorak. Flyer duduk di bahu base, dengan menjepit kakinya ke belakang pundak base. Tangan base memegang paha flyer, sedikit ditekan ke bawah untuk menambah kestabilan.

Shoulder stand

Flyer berdiri di bahu base, dengan mengunci badannya agar tetap seimbang. Tangan base memegang belakang betis base dengan erat untuk menambah kestabilan. Dapat digunakan supporting base di belakang untuk membantu memegang lutut flyer.

Thigh stand

Sesuai namanya, flyer berdiri di paha dari base. Dua orang base dalam posisi lunge (satu kaki menekuk dan satu lurus), dan flyer berdiri di atasnya. Perhatikan agar flyer menginjak di bagian sekitar saku celana dari base, jangan terlalu ke bawah atau ke atas.

Elevator/half extension

Elevator, atau half extension, atau 'prep7, adalah salah satu stunt yang paling sering digunakan dalam pemandu sorak. Minimal harus dilakukan oleh 3 orang base yang selalu melihat ke arah flyer sepanjang stunt dilakukan.

Heelstretch

Di Indonesia, teknik ini seringkali hanya disebut dengan "balance" atau "toes up" atau banyak lagi istilah lainnya. Istilah baku untuk teknik ini adalah heelstretch. Sewaktu melakukan heelstretch, lutut yang menginjak tanah jangan menekuk.

Scorpion

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya "kalajengking", memang bentuk gimnastik ini menyerupai ekor kalajengking yang menekuk ke atas. Selain itu, satu tangan dapat juga menunjuk ke arah depan.

Liberty

Satu atau lebih anggota yang berperan sebagai base mengangkat selebaran oleh kaki dan saldo selebaran yang berat pada salah satu kaki lurus. Selebaran kaki dibengkokkan dengan posisi kaki di tentang tingkat lutut selebar dekapan itu berdiri di samping lutut kaki. Nama akrobat ini sering disingkat menjadi 'Lib'.

Scale

Ini adalah variasi kebebasan (liberty) yang menghadap ke samping. Satu atau lebih base memperpanjang salah satu kaki. Selebaran kaki lainnya dipegang oleh tangan ke samping dan kaki sepenuhnya diperpanjang. Disebut atau skater skate.

Crazy Eight

Mirip dengan scale, namun pergelangan kaki pada crazy eight didukung oleh selebaran pergelangan tangan, sementara tangannya menggenggam untuk membentuk sebuah lingkaran di atas kepalanya. Pose ini yang dihasilkan menyerupai angka delapan, karena dua lingkaran, satu yang dibentuk oleh lengan, dan yang lain dengan kakinya dan sisinya.

Torch

Kelompok dasar wajah maju memegang kaki sebagai basis samping kanan. Sementara memegang selebaran berkaki satu. Aksi diperpanjang sambil menghadap 90 derajat ke samping dari dasar.

Bow dan Arrow

Variasi dari tumit peregangan. Selebaran menyambar kaki dengan tangan yang berlawanan. Lalu menarik lengannya dan meletakkannya di depan kaki, memegang langsung. Atau jika flyer tidak cukup fleksibel untuk memiliki tangannya di depan kaki-nya dia bisa tetap di belakang, tapi itu dikenal sebagai "meregang berlebihan" .

Rabu, 08 Februari 2012

Diposting oleh rethalia afrilisa di 19.45 0 komentar









Teknik Elevator

Elevator, atau sering disebut Half Extension, atau Extension Prep, adalah salah satu stunt dasar dalam Cheerleading yang mungkin paling sering digunakan dan menjadi dasar dalam stunt-stunt lainnya yang lebih sulit.
Mungkin tim kamu juga sudah tidak terhitung seringnya membentuk elevator dalam penampilan tim. Tapi apakah kamu sudah melakukannya dengan benar? Untuk asal jadi saja memang tidak sulit, tapi untuk melakukannya dengan teknik yang benar dan aman, agar terlihat indah dan smooth, kadang diperlukan latihan yang tidak cukup hanya sekali atau dua kali pertemuan latihan saja. Bagian yang paling sulit biasanya adalah menyamakan momentum yang tepat di antara anggota stunt group yang melakukan elevator.

Ada 3 tahap dalam melakukan Elevator :
1. Preparation. Persiapan (kuda-kuda)
2. Load-in. Proses stunt dibuat.
3. Dismount. Proses flyer turun dari stunt.

Dalam melakukan Elevator, dibutuhkan 3 orang base dan 1 orang flyer. Jika kamu baru mencoba stunt ini untuk pertama kali, sangat kami sarankan untuk menggunakan 1 orang tambahan sebagai spotter, yang berjaga-jaga untuk menangkap flyer bilamana terjatuh.


PREPARATION

Untuk kedua BASE SAMPING (side base) :
- Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu (jangan terlalu lebar)
- Lutut ditekuk dan pertahankan agar badan tetap tegak.
- Tangan ditaruh di depan badan dalam posisi seperti meminta-minta

Untuk kedua BASE BELAKANG (back base) :
- Base belakang adalah yang paling bertanggung jawab akan keselamatan flyer karena ia yang paling melihat dengan jelas keseluruhan stunt. Biasanya back base lebih tinggi daripada side base, karena ia perlu menjangkau lebih tinggi nantinya.

Untuk FLYER:
- Berdiri tegak dengan memegang kedua bahu bas
- Konsentrasi ke arah tangan base, karena kaki flyer lah yang harus mencari tangan base, bukan sebaliknya. Tangan base tidak boleh bergerak mencari kaki flyer saat dia melompat nanti.


Ada beberapa alternatif posisi tangan base:
Yang pertama yakni disilangkan seperti pada gambar pertama. Keuntungannya adalah lebih kuat karena tangan satu dan yang lainnya saling menumpu. Namun kekurangannya adalah permukaan tangan tempat kaki flyer akan mendarat nanti menjadi lebih kecil.
Yang kedua adalah seperti pada gambar kedua, yakni tangan dirapatkan seperti posisi sedang meminta-minta. Keuntungannya adalah permukaan tempat flyer akan mendarat nanti lebih lebar, sehingga lebih nyaman bagi flyer, sementara kekurangannya adalah tidak sekuat posisi pertama di atas.


LOAD-IN

Untuk FLYER :
- Flyer melompat ke tangan kedua side base, dan menanggung berat badannya sendiri dengan bertumpu pada kedua tangannya di bahu base. Jangan menumpu berat badan sepenuhnya pada tangan base yang diinjaknya.
- Saat menginjak tangan base, flery harus mempertahankan pantat agar tidak turun lebih rendah dari lutut. Flyer harus berada dalam Chicken Position. Klik disini untuk melihat gambar Chicken Position.
- Saat kaki flyer telah mendarat di tangan base, kedua side base akan "mengayun" ke bawah dengan menekuk lutut. Saat ini terjadi, ingat bahwa flyer harus tetap berada dalam Chicken Position dengan menjaga pantat tidak turun lebih rendah dari lutut.
- Setelah mengayun sepersekian detik, base akan menghentak ke atas dengan lutut, dan saat inilah flyer harus membantu dengan mendorong tangannya dan langsung berdiri tegak dan mengunci seluruh badan, terutama bagian pantat dan lutut.

Untuk kedua BASE SAMPING (side base) :
- Saat flyer load-in, JANGAN menggerakkan tangan. Biarkan kaki flyer yang bergerak mencari tangan kedua side base.
- Begitu kaki flyer mendarat, dengan momentum yang tepat kedua side base harus "mengayun" ke bawah sebagai ancang-ancang untuk mengangkat flyer ke atas.
- Saat "mengayun", base harus menekuk lutut seakan-akan "menyerap" lompatan flyer ke bawah, tangan jangan ikut turun ke bawah, lalu menghentak ke atas dengan menggunakan tenaga dari kaki, dan langsung merapatkan kaki flyer di dada masing-masing side base.

Untuk kedua BASE BELAKANG (back base) :
- Saat flyer load-in, back base hanya membantu menyeimbangkan flyer dengan memegang bagian pinggang flyer, jangan terlalu membantu mengangkat badan flyer.
- Saat stunt jadi, pegang bagian mata kaki flyer dan diangkat ke atas untuk meringankan beban kedua side base.


DISMOUNT

Ada beberapa jenis dismount, yang paling sederhana yakni pop-off, dimana flyer turun ke bawah dengan cara merentangkan tangan, dan kedua side base pada hitungan tertentu melepas kaki flyer dan menangkap flyer di bagian ketiak. Back base berperan cukup penting, yakni menangkap pinggang flyer dan menyerap jatuhnya berat badan flyer.
Cara dismount yang lain antara lain adalah straigh craddle (yang paling sering digunakan), twist craddle, full twist craddle, dan banyak lagi yang lainnya.
Teknik dismount akan dibahas dalam artikel tersendiri.


Demikian penjelasan singkat tentang Teknik Elevator yang Baik dan Aman. Masih ada beberapa detil yang tidak cukup untuk dipaparkan di sini. Beberapa poin penting yang perlu diingat:
Sepanjang jalannya stunt, ketiga orang base harus selalu melihat ke arah flyer, jangan sibuk mencari kamera atau melihat ke arah penonton. Ini adalah aturan safety dasar dalam elevator. Dalam kompetisi Cheerleader yang ideal, hal ini selalu disebut dalam aturan kompetisi, dan tim akan mendapat pengurangan nilai setiap kali base tidak melihat ke arah flyer saat melakukan stunt.
Kedua side base harus mengangkat dengan menggunakan tenaga dari kaki, jangan dengan tangan. Otot paha adalah otot paling besar yang ada di tubuh manusia dan tentu saja yang paling kuat. Akan jauh lebih mudah menggunakan otot kaki daripada tangan.
Kaki base jangan terbuka terlalu lebar, cukup selebar bahu (shoulder width apart). Bayangkan sebuah pegas/per. Semakin tinggi suatu pegas/per, semakin kuat pula daya dorongnya, bukan? Dengan membuka kaki terlalu lebar, posisi badan base akan lebih pendek dibanding dengan membuka kaki hanya selebar bahu. Pada awalnya memang terasa kurang nyaman, tapi percayalah, akan terasa lebih ringan jika kaki tidak dibuka terlalu lebar.
Saat load-in, flyer harus menanggung berat badannya sendiri melalui kedua tangan yang memegang pundak base. Jangan menumpu berat badan pada kaki yang menginjak tangan base.
 

Rethalia Afrilisa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea